headerphoto

Industri Semen Melambat di 2009

Kamis, 22 Januari 2009 23:42:13 - oleh : admin

Jakarta- Pertumbuhan pasar semen dalam negeri diperkirakan akan melambat di tahun depan, yakni antara 0% sampai 5%. Prediksi ini seiring dengan lesunya perekonmian global.

"Tahun depan konsumsi semen akan turun dan pertumbuhan juga akan berjalan lambat," kata Executive Direktur Chief Finansial Officer PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), Christian Kertawijaya, Selasa (25/11).

Ia mengatakan, untuk saat ini, pertumbuhan konsumsi semen per Oktober sekitar 14,4% dan diprediksikan sampai akhir tahun hanya tumbuh 11%.

Kendati demikian, pihaknya akan terus melanjutkan investasinya dalam membangun unit baru penggilingan pabrik semen sebanyak dua unit di Cirebon dengan kapasitas produksi sebesar 1,5 juta ton.

Rencananya, pembangunan penggilingan pabrik semen yang memakan dana sebesar 50 juta dollar AS tersebut ditargetkan selesai pembangunannya pertengahan tahun depan. "Tepatnya pada bulan Juni 2009," katanya

Hingga Oktober 2008, INTP telah mencetak ekspor semen sebanyak 12,5 juta ton dan diperkirakan sampai akhir tahun ekspor mencapai 2,3 juta ton semen. Sedangkan untuk dalam negeri sekira 12,7 juta ton.

Adapun harga semen diperkirakan akan mengalami kenaikan pada akhir tahun sebanyak 12% akibat pengaruh batu bara dan minyak dunia. Sementara untuk tahun depan, belum dapat diprediksikan kenaikannya. "Tapi yang pasti, kenaikan harga semen sangat bergantung pada komoditas penunjangnya seperti batu bara dan minyak," ujar dia. ins

 

Disadur dari Surabaya Post

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya